5 Konsep Grammar Bahasa Inggris yang Sering Membuat Bingung

Posted on

Belajar tata bahasa Inggris atau grammar memang tidak mudah. Pada awalnya kamu pasti merasa bingung dan kesulitan. Tetapi, ingat, ada banyak konsep grammar dalam bahasa Inggris. Bila dari awal kamu sudah menyerah, maka bisa dipastikan kamu tidak akan termotivasi untuk menguasai bahasa ini. Beruntung, di lembaga kursus, seperti pada program EF Adults Indonesia misalnya, kerap memberikan penguatan kepada para pembelajar. Mereka membantu peserta les agar lebih percaya diri demi bisa lancar berbahasa Inggris, baik secara verbal maupun tulisan.

les grammar lanjutan bahasa inggris

Berikut ini 5 konsep grammar dalam les grammar lanjutan bahasa Inggris yang sering membuat bingung peserta les.

Pertama, “pronunciation” atau pelafalan.

Untuk lancar melafalkan setiap kata bahasa Inggris dengan benar, kamu harus sering-sering berlatih “listening” atau menyimak. Dengan mendengarkan pelafalan setiap kata langsung dari penutur asli, kamu bisa menirukan dan kemudian memproduksi kata tersebut dengan benar, mendekati sama persis dengan si “native speaker.” Mengapa harus mendengarkan langsung dari seorang “native speaker”?

Begini, dalam bahasa Inggris, satu huruf bisa dilafalkan dengan cara yang berbeda-beda. Misal, huruf C dalam “Car” dilafalkan “Kar,” sementara “Cell” dilafalkan “Sel.”

Kedua, “Spelling” atau ejaan.

Sama seperti “pronunciation,” dalam materi spelling, kesulitan yang dihadapi oleh pembelajar adalah ketidak-konsistenan. Contoh, jika dalam “piece” huruf “C” dilafalkan seperti huruf “S,” maka dalam kata “achieve,” huruf “C” tetap dilafalkan “C.”

Urutan Kata atau “Word Order.”

Native speaker tahu bagaimana mengurutkan kata dalam penulisan kalimat. Kita tidak. Jika mereka menulis “a blue small car,” maka kita cenderung menuliskannya sesuai dengan aturan tata bahasa kita sendiri, yaitu “a car blue small.”

Menghilangkan kata tertentu atau “Omitting Words.”

Contoh, pembelajar pemula sering mengucapkan “I happy if you happy,” sedangkan kalimat yang benar adalah “I am happy, if you are happy.” Kita cenderung tidak menggunakan “to be.”

Penggunaan kata benda jamak sering keliru.

Kita sering lupa menambahkan imbuhan “s” pada kata benda jamak, contoh, “two book,” seharusnya, “two books.”

Preposisi

Preposisi membantu membentuk struktur kalimat. Namun, kita sering bingung preposisi apa yang harus digunakan untuk kata-kata benda tertentu.

Contoh, “I was born in the 2nd June,” seharusnya “I was born on the 2nd June.”

Gravatar Image
Isi blog Dawaihati membahas beberapa kategori, seperti bisnis, fashion, properti, tips dan trik serta yang lainnya. Selain itu, blog dawaihati.com juga menerima kerjasama dengan pihak lain dalam bentuk Placement Blogpost, Banner dan Iklan Teks. Minat kerjasama email ke: dawaihatiku@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.