Ibu Maafkan Aku

Posted on

ibu maafkan aku

Ibu maafkan aku…. kata tersebut mengalir begitu saja dari mulut ini disertai deraian air mata yang membasahi pipi, tatakala mendengar sebuah nasihat berupa syair yang dilontarkan oleh Dalang lewat tokoh wayang golek yang bernama Sastrajingga (Si Cepot) di radio tadi malam.

Indung anu ngakandung
Salapan bulan melendung
Sanajan nyerina kalangkung-langkung
Tapi indung hanteu pundung
Da geus takdir ti nu maha agung

Mangka indung kudu dipunjung
Sabab kanyaahna luhung
Luhur batan awang-uwung
Taya waktu nu kalarung
Dugi ka dirurub padung

Rajeun anak rungsing
Indung tara ieuh pusing

Ibu maafkan aku… selama ini aku belum bisa membalas kasih sayangmu, belum bisa membahagiakanmu secara lahiriah. Hanya do’a yang bisa kupanjatkan setiap saat kehadirat Alloh subhaanahu wata’ala untukmu.

Yaa Alloh ampunilah aku dan ibu bapakku, dan kasih sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku sejak kecil. Berilah mereka kesehatan lahir batin, dan keselamatan serta kebahagiaan dunia akhirat.

Yaa Alloh berikanlah aku kekuatan dan kemampuan untuk bisa membahagiakan ibu sebelum ajal menjemputku.

Ibu maafkan aku… anakmu ini.

NB : Mohon keikhlasan do’a dari sahabat semua untuk kesehatan ibu saya yang sekarang sedang sakit.

16 thoughts on “Ibu Maafkan Aku

  1. You are in point of fact a excellent webmaster. The web site loading velocity is amazing. It seems that you are doing any distinctive trick. Furthermore, The contents are masterpiece. you have performed a fantastic job on this subject!

  2. Bagi yang masih memiliki ibu tidak boleh mmebuang waktu, harus baik dan sayang dengan ibu kita sebab jasanya sampai kapanpun tak akan pernah bisa kita gantikan kecuali dengan sebuah bakti 🙂

    1. Kurang lebih kalau bahasa Indonesianya begini :

      Ibu yang mengandung kita sembilan bulan lamanya
      Meskipun luar biasa sakitnya ketika melahirkan kita
      Tapi ibu tidak menyesal melahirkan kita
      Karena itu sudah takdir ilahi

      Maka ibu itu harus dihormati
      Sebab kasih sayangnya yang tinggi
      Tinggi melebihi angkasa
      Tiada waktu yang terbuang dalam menyayangi kita
      Bahkan sampai beliau meninggal dunia

      Dimana anaknya rewel
      Ibu tak pernah merasa pusing sedikit pun

  3. ALLAHUMMA ROBBANNAS ADZHIBILBA’ SA ISYFI ANTASYSYAFI LA SYIFAUKA SYIFA’ AN LA YUGHODIRU SAQOMA .

    “Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *