Menyikapi Pergantian Tahun

Posted on

Tahun 2014 dalam beberapa jam lagi akan segera undur dan digantikan dengan tahun baru 2015. Pergantian dari tahun ke tahun sungguh terasa cepat sekali. Serasa baru kemarin kita masuk ke tahun 2014, kini tahun yang diwarnai oleh berbagai suka dan duka seperti yang baru saja terjadi yaitu Tragedi Pesawat AirAsia QZ8501, perlahan tapi pasti akan segera meninggalkan kita seiring datangnya Tahun Baru 2015.

Tahun Baru 2015

Menyikapi Pergantian Tahun

Setiap orang memiliki sikap yang berbeda-beda dalam menghadapi pergantian tahun. Dari yang adem ayem alias biasa-biasa saja sampai yang berpesta pora. Lalu bagaimana sikap seorang muslim mukmin? Sikap mukmin terhadap perubahan waktu, tidak terjebak pada awal atau akhir tahun baik Tahun Baru Hijriah apalagi Tahun Baru Masehi, tidak ada sunnahnya merayakan tahun baru, petasan, terompet atau saling mengucapkan selamat apalagi sampai mengadakan perayaan yang berunsur maksiat. Karena hal tersebut merupakan perayaan yang sia-sia atau mubazir dan jauh dari Syariat Allah SWT.

Firman Allah SWT

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

Rasulullah bersabda, “Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha”. (HR An Nasaai). Dan Rasulullah melarang umatnya meniup terompet karena tradisinya orang-orang yahudi (HR Abu Daud).

Sungguh bagi orang yang beriman setiap hari adalah perubahan waktu, karena itulah orang beriman terus sibuk Muhasabah Diri, Ibadah, Amal Shaleh dan Dakwah tidak terkecoh dengan buaian dunia yang sebentar ini. Sehingga hari ini bisa lebih baik dari kemarin dan esok harus bisa lebih baik lagi.

Termasuk menyikapi pergantian tahun yaitu harus memiliki sikap optimis dan penuh harapan, lalu apa harapan anda di tahun 2015?

6 thoughts on “Menyikapi Pergantian Tahun

  1. Kalau bisa dalam pergantian tahu baru apalagi tahun baru Masehi kita tidak boleh terlalu larut dalam kemeriahan apalagi bila kita menomor sekiankan ibadah kita dan lebih mengutamakan pesta pora..
    Tahun baru identik dengan hal2 yang baru dan semoga baju keimanan kita juga baru dan bisa lebih putih bersih dari tahun2 sebelumnya..

  2. Perubahan waktu yang harus disikapi dengan pendewasaan diri dalam mengkaji diri untuk lebih jauh mengenal diri sendiri sangat diperlukan eiring berjalannya waktu yang begitu cepat berlalu. Semoga di tahun yang baru ini kita akan dapat menghadapi dengan sikap lebih optimis dalam pembelajaran melalui soko guru kehidupan dari setiap kejadian dan peristiwa yang kita hadapi.Dengan menjadikan suatu kekuarangn menjadi suatu kekuatan dalam menuju keberhasilan kita. Amiiiiiin………

    Sukses selalu
    Salam Wisata

  3. Semoga kita bisa menyikapi perpindahan tahun ini dengan lebih bijaksana.
    Bila dipikirkan lebih dalam lagi hakekat perpindahan tahun ini adalah juga berkurangnya jatah serta umur kita sehingga justru kebaikanlah yang harus kita perbanyak…
    Semoga tahun 2013 ini akan bisa lebih baik lagi kedepannya dalam segala hal aamiin..aamiin

    Alhamdulillah sudah kembali normal lagi blognya Kang Dadan…Komentarnya juga berubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *