Sebelum Membeli, Kenali Jenis Kompresor Angin yang Sesuai Kebutuhan

Posted on

Kompresor angin (air compressor) sering kita jumpai ada di setiap bengkel kecil ataupun besar. Karena kompresor tersebut sangat dibutuhkan dalam menunjang kerja usaha bengkel. Kompresor adalah alat atau mesin yang berfungsi sebagai penghasil udara bertekanan. Banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan menggunakan kompresor, seperti mengisi angin ban, pengecatan dengan teknik spray (air brush), cuci kendaraan, membersihkan mesin, menggerakan alat yang menggunakan sistem pneumatic dan berbagai pekerjaan lainnya yang membutuhkan tekanan besar.

Prinsip kerja kompresor sangat sederhana, hampir sama dengan pompa ban sepeda. Kompresor menghisap udara luar melalui celah katup hisap, ketika piston atau tuas pegangan ditarik ke atas, maka tekanan silinder pada bagian bawah akan mengalami penurunan sampai di bawah tekanan atmosfer. Saat piston ditekan ke bawah, maka udara di dalam pompa tersebut akan keluar mencari area yang tekanannya lebih rendah. Tekanan yang diberikan oleh piston akan memapatkan udara di dalam rumah pompa sehingga menjadi udara yang bertekanan.

kompresor angin

Sebelum Membeli, Kenali Jenis Kompresor Angin yang Sesuai Kebutuhan

Jika berniat membeli kompresor angin untuk usaha bengkel, alangkah baiknya terlebih dahulu mengenal jenis-jenis kompresor angin yang sesuai dengan kebutuhan. Adapun jenis kompresor angin secara umum dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Kompresor Mini, pada umumnya kompresor ini tidak menggunakan tabung tekanan. Oleh karenanya bentuknya mini atau kecil. Biasanya digunakan untuk pengecatan sederhana menggunakan spraygun tekanan rendah, atau menggunakan air pen brush.

2. Kompresor Direct Driven, kompresor jenis ini biasanya menggunakan motor dengan kecepatan 2850 rpm serta menggunakan system single piston dalam pompa air.

3. Kompresor Belt Driven, kompresor ini menggunakan sistem yang terkoneksi antara tenaga penggerak dan pompa udara dengan menggunakan vanbelt (v-belt), kompresor jenis ini biasanya yang sering digunakan oleh tukang tambal ban.

4. Kompresor Screw, kompresor ini biasanya digunakan untuk kebutuhan tekanan udara yang mencapai 24 jam nonstop, kompresor ini biasanya berukuran besar dan untuk pengguna yang biasanya membutuhkan pengiriman udara atau debit udara yang tinggi.

Sedangkan jika dilihat dari sumber daya penggeraknya jenis kompresor angin dibagi dua, yaitu kompresor angin listrik (kompresor angin portable) yang penggunaannya mengandalkan tenaga listrik dan kapasitasnya lebih kecil, karena itu kompresor ini sering atau cocok digunakan oleh bengkel kecil.

Sementara yang satu lagi yaitu kompresor angin manual. Untuk penggunaannya kompresor ini menggunakan bahan bakar bensin. Selain itu kapasitas tangki mesinnya juga lebih besar, cocok sekali digunakan pada bengkel-bengkel besar. Nah, jelas sekali perbedaan dari kedua jenis kompresor angin tersebut, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, baik dari segi kapasitas, spesifikasi dan juga harganya.

Harga kompresor itu sendiri bervariasi tergantung pada merek dan kapasitasnya. Selain itu, ketika mencari mesin kompresor angin biasanya ada hal lain yang menjadi standar harga, seperti pada ukuran PK (paar de kraft -bahasa belanda yang artinya daya kuda). Semakin besar PK kompresor maka akan semakin mahal pula harganya.

Karena kompresor angin banyak sekali fungsi dan kegunaannya, maka yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan yaitu masalah pemakaian dan cara perawatan mesin kompresor. Gunakan, cek dan rawatlah mesin kompresor sesuai dengan buku petunjuk operasional yang benar sebagaimana yang dikeluarkan oleh masing-masing produsennya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *