Beberapa Fakta Menarik Seputar Kalender Masehi

Posted on

kalender masehi

Berbicara soal menghitung tanggal hari, sudah pasti pikiran kita akan langsung tertuju pada kalender bukan? Ya jelas demikian, sebab kalender bisa dibilang sebagai sebuah alat untuk mengetahui penanggalan hari.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kini kalender pun bisa kita temui dengan mudah melalui layar smartphone. Sebenarnya kebanyakan negara di dunia ini menggunakan penanggalan Kalender Masehi.

Namun, apakah kamu tahu bagaimana awal mula terciptanya Kalender Masehi? Nah, biar gak penasaran mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

  1. Kalender Gregorian Menjadi Penyempurna Kalender Masehi Julius

Menurut informasi yang didapat, Kalender Masehi Greogorian merupakan penyempurna dari penanggalan yang terdahulu, yaitu Kalender Masehi Julius atau Julian. Adapun perbedaan dari kedua jenis kalender tersebut terdapat pada jumlah hari dalam setahunnya.

Hal itu pun terbukti, yang mana jumlah hari pada Kalender Masehi Julius mencapai 445 hari dalam setahun. Sehingga penanggalan Kalender Masehi Julius dinilai tidak akurat dalam perhitungan panjang tahun matahari. Apabila diakumulasikan, maka selisih Kalender Masehi Julius dengan Grogerian berjumlah 80-90 hari per tahun.

  1. Sistem Tahun Kabisat Menjadi Penyeimbang Penanggalan Gregorian

Perlu diketahui, tahun kabisat ini adalah tahun yang mengalami penyesuaian dalam bentuk penambahan 1 hari. Ya, cara tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menyesuaikan dengan kalkulasi tahun astronomi. Dengan kata lain, penambahan 1 hari akan diberlakukan pada tanggal 29 Februari.

  1. Terdapat Beberapa Istilah yang Merujuk Pada Waktu Dalam Penanggalan Kalender Gregorian

Guna memudahkan penyamaan nama-nama waktu di seluruh dunia, maka hadirlah beberapa istilah maupun singkatan seperti berikut:

  • AD (Anno Domini)

Di negara Indonesia, istilah Anno Domini lebih populer dengan sebutan Masehi. Penanggalan ini berdasarkan pada hari kelahiran Nabi Isa As atau Yesus Kristus. Itu artinya, kita yang sedang hidup di era sekarang disebut sebagai zaman Masehi.

  • BC (Before Christ)

BC atau SM merupakan singkatan dari kata Sebelum Masehi. Penanggalan ini kerap ditujukan bagi orang-orang yang hidup sebelum kelahiran Yesus.

  • CE (Common Era)

Sebenarnya arti pada penanggalan CE ini masih serupa dengan AD. Namun, istilah CE diciptakan oleh kalangan Kristen protestan agar penamaannya terkesan lebih netral.

  • BCE (Before Common Era)

Begitu juga dengan BCE yang dibuat oleh kalangan Kristen protestan, yakni zaman sebelum lahirnya Yesus.

  1. Proses Panjang Agar Kalender Gregorian Bisa Digunakan Secara Global

Tentu saja terdapat proses yang amat panjang sehingga kalender Gregorian bisa digunakan secara global sampai saat ini. Bahkan pada prosesnya tak jarang menimbulkan perselisihan, perdebatan, demonstrasi, hingga perlawanan secara fisik untuk menentang sistem penanggalan kalender Gregorian.

Untuk wilayah Eropa, Inggris pun menjadi satu-satunya negara yang paling terakhir mengakui sistem penanggalan kalender Gregorian. Menurut catatan sejarah, negara Inggris baru menggunakan kalender Gregorian pada tahun 1750 atau terlambat 168 tahun.

  1. Kalender Masehi Gregorian Resmi Digunakan Secara Global

Di wilayah negara dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam seperti kawasan Timur Tengah, kalender Hijriyah lebih populer ketimbang kalender Masehi. Di luar Timur Tengah, maka kalender masehi Gregorian pun resmi digunakan oleh banyak negara. Lantas, bagaimana dengan negara Indonesia?

Meski penduduk Indonesia mayoritasnya beragama Islam, namun penanggalan secara umum menggunakan kalender masehi. Kendati demikian, umat Islam di Indonesia juga masih berpegang teguh pada sistem penanggalan kalender Hijriyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.