Fun Fact tentang Anemia, Ternyata Bukan Darah Rendah

Posted on

anemia dan darah rendah

Anemia ternyata berbeda dengan darah rendah. Iya, kalian nggak salah baca kok. Setelah aku cari-cari di internet tentang perbedaan anemia dan darah rendah, keduanya memang merupakan dua hal yang berbeda. Wah, kirain selama ini anemia itu artinya darah rendah.

Kalian termasuk dari orang-orang yang masih menganggap kalau anemia itu sama dengan darah rendah nggak? Kalau iya, ternyata kalian tidak sendirian kok. Dan kesalahan ini merupakan hal yang wajar. Soalnya, gejala anemia dan darah rendah ini memang mirip-mirip dan sering menimbulkan salah kaprah.

Selain kedua hal ini memang berbeda, gejala yang muncul juga berbeda loh. FYI, gejala anemia ini biasanya pusing dan lemas seperti tidak ada tenaga. Sementara itu, gejala darah rendah juga ada rasa lesu dan kepala yang terasa berputar. Emang mirip banget ya gejala dari anemia dan darah rendah ini.

Gejala kurang darah (anemia) dan darah rendah (hipotensi) memang serupa, dan bisa jadi karena penyebabnya yang sama-sama karena aliran darah yang bermasalah. Meskipun gejalanya serupa dan seringkali membuat kesalahpahaman, kita harus bisa membedakan kedua hal ini. Karena anemia berbeda dengan hipotensi, jadi penyebabnya juga berbeda ya.

Supaya kalian tau bedanya, kita balik lagi ke pengertian anemia yang sebenarnya adalah kurang darah. Anemia terjadi ketika tubuh kita kekurangan sel darah merah (biasanya disebut hemoglobin) yang memiliki fungsi untuk membawa suplai oksigen ke seluruh tubuh. Ketika hemoglobin kita jumlahnya berada di bawah angka yang seharusnya, kadar oksigen yang harusnya disebarkan ke seluruh tubuh juga akan jadi terganggu. Akhirnya, badan akan mulai terasa lemas deh.

Baca juga :  Manfaat Cleansing Milk

Dengan kata lain, anemia merupakan masalah yang terjadi dalam darah karena jumlah sel darah merah yang tidak mencukupi. Kekurangan sel darah merah ini disebabkan karena adanya defisiensi zat besi dalam tubuh. Kadar zat besi yang terlalu rendah memang seringkali menjadi penyebab utama dari anemia.

Sementara tekanan darah rendah atau hipotensi adalah kondisi di mana jumlah darah yang terlalu sedikit membuat aliran darah menjadi tidak lancar. Karena aliran darah yang tersendat ini akan membuat asupan oksigen dan nutrisi juga menjadi terhambat, otomatis tubuh akan menjadi lemas dan kepala juga terasa pusing.

Kabar baiknya, hipotensi atau darah rendah bisa diatasi dengan banyak minum air putih setiap hari. Tujuannya? Apa lagi kalau bukan untuk membuat darah kita dapat mengalir ke seluruh tubuh dengan tekanan normal. Tapi, kalau penyebab dari hipotensi adalah anemia, mau nggak mau kita harus mengatasi anemianya terlebih dahulu. Karena kan jadi percuma kalau kita mencoba untuk mengobati dari darah rendah, sementara penyebabnya adalah kurang darah atau anemia?

Baca juga :  Pentingnya Asupan Gizi di 1000 Hari Pertama Kehidupan

Sementara itu, untuk membantu menghilangkan anemia, kita harus mengatasi dulu faktor-faktor penyebab dari kurang darah, seperti sedikitnya jumlah mineral dan zat besi di dalam tubuh. Konsumsi makanan seperti daging, telur dan ikan akan sangat membantu pasien yang mengalami anemia.

Untuk mempercepat pemulihan anemia, sebaiknya minum juga suplemen tambahan yang mengandung vitamin B, zat besi, dan asam folat. Jika sedang mengandung buah hati, pastikan suplemen tersebut sudah teruji aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.

Jadi, bisa dimengerti kan perbedaan dari anemia alias kurang darah dengan darah rendah? Penyebabnya berbeda, gejalanya pun juga berbeda, namun masalahnya sama-sama terjadi di dalam aliran darah. Pastikan kamu dapat mengenali gejalanya dengan baik agar bisa mengetahui lebih dini antara anemia atau darah rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.