WIR Asia : Prospek Cerah dengan Potensi Bisnis Metaverse

Posted on

wir asia

Dalam riset terbaru RHB Sekuritas menyebutkan PT WIR Asia Tbk (WIRG) dapat menjadi think in internet. WIRG menjanjikan prospek cerah sejalan dengan potensi bisnis metaverse yang masih besar. Selain berpotensi menguasai pasar metaverse, WIR Asia juga berpeluang menjadi perusahan tekhnologi augmented reality (AR) dan tiga dimensi terkemuka di ASEAN. Metaverse merupakan dunia virtual dalam internet yang dibuat semirip mungkin seperti dunia nyata dan dapat dirasakan penggunanya.

Tim analis RHB Sekuritas dalam risetnya menuliskan, “Peluang bisnis dari sektor ini akan dimanfaatkan sepenuhnya oleh WIR Asia”. WIR Asia juga berpeluang besar seiring rencana pemerintah dalam membangun Metaverse Indonesia G20 Virtual Reality Nusantara. Di dalam rencana ini, pemerintah akan melibatkan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti perbankan dan beberapa konglomerat. RHB Sekuritas secara tekhnis menggambarkan saham WIRG layaknya saham yang bergerak di bidang property menjanjikan keuntungan jangka panjang dari hasil penjualan lahan di metaverse dan arus pendapatan berulang dari iklan, bagi hasil dari penyewa, serta in-game currency.

Hingga kini, lima segmen usaha yang ada menghasilkan arus kas operasional sebanyak 8-12 miiliar, yaitu dari isi ulang prabayar dan listrik melalui platform yang dimiliki Mind Store yang setara dengan 67,9% dari pendapatan. Lalu, pengembangan perangkat lunak setara dengan 17,9% iklan media digital yang setara dengan 5,8%, konsultasi merk 6,9% dan komisi platform sebesar 1,5%r. Adapula segmen yang menjadi pemasukan terbesar yaitu pengembangan perangkat lunak dan konsulasi merek yang berkontribusi laba kotor terbesar 51,4% dan 30,4% terhadap total pendapatan WIRG. Selanjutnya untuk proyeksi keuangan WIRG, RHB memproyeksikan rata-rata pertumbuhan pendapatan 76% dari 2021 sampai dengan 2026, yang akan ditopang oleh industry AR yang terus berkembang dan memberikan ruang besar bagi perseroan untuk bertumbuh baik dari segi periklanan maupun sektor edukasi untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan atau engagement.

Untuk penjualan tanah di metaverse diprediksi akan berkontribusi sekitar 15-20% terhadap pendapatan, sementara sisanya didorong oleh pertumbuhan menghasilkan transaksi berbasis komisi dan pendapatan iklan serta bisnis DAV online to offline (020) platform multimedia di gerai Alfamart dan tempat umum lainnya. Saham WIRG direkomendasikan oleh RHB Sekuritas dengan target harga Rp 1.900 atau terdiskon 60% dari rata-rata NAV pasar metaverse, 0,8 kali EV/penjualan untuk transaksi berbasis komisi, dan 3,6 kali EV/penjualan untuk proyek.

Pada jumat (20/5/2022) perdagangan BEI, WIRG ditutup menguat Rp 20 (2,6%) ke level Rp 770. Karena itu, WIRG masih berpotensi mencetak gain sebesar 147%.  Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan lonjakan laba bersih WIRG menjadi Rp 288 miliar tahun ini dibandingkan pendapatan tahun lalu Rp 11 miliar. Pendapatan perseroan juga diprediksi melonjak menjadi 1,81 triliun pada 2022 dibandingkan pendapatan tahun lalu 751 miliar.

Selain itu, RHB Sekurits juga memperkirakan laba bersih akan terus melanjutkan peningkatp 1,4 triliun pada 2024. Sementara pendapatan diperkirakan melonjak menjadi Rp 4,13 triliun pada 2023 dan Rp 6,6 triliun pada 2024. Tim analis RHB Sekuritas memaparkan, “Adapun proyeksi ini bukan tanpa resiko. Bisnis WIRG dapat tertekan apabila penjualan lahan ternyata lebih rendah dari proyeksi dan tidak bisa menutupi investasi awal memakan biaya cukup besar, yakni sekitar Rp 80 miliar sampai Rp 100 miliar.”

Itulah berita bisnis, ekonomi dan saham hari ini, semoga bisa memberikan tambahan informasi untuk Anda sebagai acuan dalam berbisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.